Waspadai Bahaya Makanan Zaman ‘Now’

Di era yang semakin maju, banyak terjadi inovasi dalam industri makanan. Inovasi tentunya merupakan kabar baik. Tapi apakah semua makanan dan minuman tersebut benar-benar sehat?

Head of Health Committe Nutrifood, Moch Aldis R, SKM, CNWC, mengatakan saat ini yang sedang tren adalah minuman dan makanan yang terbuat dari kunyit, matcha, dan charcoal. “Kunyit menjadi superfood baru. Di Starcbucks ada golden latte. Orang-orang tidak akan menyangka dari kunyit dan charcoal jadi tren. Tak heran makanan makin banyak makin bervariasi,” tambahnya. Golden latte atau minuman dari kunyit dan susu sayangnya ditambahkan gula ketika akan dikonsumsi. Karena kalau tidak rasanya akan getir.

Adapula minuman lain seperti cheese tea atau teh dengan keju. Minuman ini disebutnya tidak sehat karena kaya gula dan lemak. Sama juga dengan Thai tea yang sedang populer.

Satu botol minuman teh susu khas Thailand mengandung 30 gram gula. Sedangkan batas konsumsi gula sehari 50 gram atau empat sendok makan. “Mengonsumsi minuman tersebut tidak dilarang, namun sebaiknya dibatasi. Jangan sampai manfaat kesehatan dari minuman tersebut menjadi kurang,” ujarnya.

Tren makanan lainnya adalah rice bowl, makanan ini juga tidak selalu sehat dan bernutrisi. Karena bila mengaca pada penodaan gizi seimbang, makanan rice bowl gizinya kurang. Sebab harus ada makanan pokok, sayuran, lauk pauk dan buah-buahan dengan membatasi gula, garam dan minyak. Ditambah dengan konsumsi air putih.

Konsumsi gula, garam dan lemak sebaiknya tidak berlebih dan sesuai dengan batas yang ditetapkan. Gula batasannya empat sendok makan, garam satu sendok teh, dan lemak 5 sendok makan. Asupan gula, garam, dan lemak berlebih akan menyebabkan penyakit degeneratif, seperti obesitas, diabetes dan hipertensi.

Selain itu, tren makanan saat ini ada pula organik dan vegetarian. Ia mengingatkan makanan yang berlabel organik belum tentu sehat. Karena beberapa produk masih melalui proses makanan dengan tinggi kalori, gula dan garam bahkan ditambahkan lemak. Begitu juga dengan makanan vegetarian. Hati-hati makanan vegetarian juga bisa mengandung gula garam dan lemak yang tinggi. Serta bisa mengalami defisiensi protein. Jadi pilihlah makanan sehat. Dan, kombinasikan makanan tersebut.

Selain senang makan makanan tinggi gula, garam, lemak, generasi milennial juga ternyata gemar olahraga. Menurut Aldis, kebiasaan tersebut adalah kabar baik. Sebab kesadaran masyarakat akan kesehatan meningkat, terutama di daerah perkotaan. “Tren olahraga semakin ngetren walaupun olahraga serius ada juga yang hanya untuk swafoto. Di sisi lain, mereka merasa olahraga untuk bisa menikmati makanan sebanyak-banyaknya. Kalau dibiarkan seperti ini bakal jadi kabar buruk lagi,” ujarnya.

Desy Susilawati

6 Strategi Agar Tak Berlebihan Makan Saat Lebaran

Siapa yang tidak tergoda melihat menu makanan khas Lebaran. Saat Lebaran, biasanya setiap keluarga menyajikan makanan dan kue khas Lebaran, seperti opor, rendang, kue nastar, atau kue putri salju. Makanan-makanan ini tentu menggugah selera makan Anda, sehingga Anda rasanya ingin makan terus dan terus.

Makan saat lebaran bersama keluarga juga jadi kenikmatan tersendiri. Terlebih lagi, saat berkunjung ke rumah saudara, melihat menu makanan yang berbeda-beda, tentu semakin meningkatkan selera makan Anda. Anda seperti ingin mencicipi semua makanan dan makan semakin banyak. Makan berlebihan ini tentu akan memicu kenaikan berat badan Anda.

Apakah Anda mau? Jika tidak, simak ulasan berikut ini untuk menghindari makan berlebih saat Lebaran, agar #HidupEnak setelah Lebaran usai.

Bagaimana menahan diri agar tak berlebihan makan saat lebaran?

1. Kenali Pemicu Makan Berlebih Anda

Anda bisa membuat catatan kapan Anda mulai makan dan makan dengan porsi yang banyak. Catat juga makanan apa yang membuat nafsu makan Anda bertambah. Dengan melakukan ini, Anda akan tahu dengan benar apa yang memicu makan berlebih Anda dan dapat mengatasinya di kemudian hari.

2. Makan dengan Perlahan

Jika Anda masih merasa perlu makan, cobalah untuk makan dengan perlahan. Perut Anda sebenarnya membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk memberi sinyal pada otak apakah sudah penuh atau belum. Oleh karena itu, kunyah makanan dengan pelan dan sampai benar-benar lembut untuk ditelan.

Jika Anda mengisi perut Anda dengan terus-menerus, maka perut akan kebingungan kapan harus memberi sinyal tanda kenyang. Akhirnya, Anda menjadi makan lebih banyak.

3. Lakukan Aktivitas Lain

Anda mungkin tidak bisa mengendalikan diri saat melihat makanan lezat khas Lebaran. Apalagi setelah menjalani puasa sebulan penuh, Anda merasa saatnya makan banyak saat lebaran.

Alih-alih kebanyakan makan saat lebaran, Anda bisa menggantinya dengan melakukan aktivitas lain. Anda bisa berbincang-bincang atau bermain dengan sanak saudara Anda. Anda juga bisa menjauh dari ruangan makan, agar tidak tergoda saat melihat makanan yang lezat.

4. Jadwal Makan yang Rutin

Saat puasa, Anda makan hanya waktu sahur dan ketika berbuka puasa. Nah, saat Lebaran sebaiknya Anda kembali dengan jadwal makan yang rutin, seperti makan pagi, siang, dan malam, serta mungkin sedikit camilan.

Memiliki jadwal makan yang rutin membantu Anda mengendalikan nafsu makan, sehingga lambung sudah terbiasa dengan waktu-waktu makan tertentu. Hal ini menghindari munculnya lapar palsu yang bisa saja membuat Anda makan berlebih.

5. Atur Porsi Makan Anda

Supaya tak berlebihan makan saat lebaran, gunakan piring atau wadah makan yang lebih kecil dari biasanya untuk mengatur porsi makan Anda. Jadi, piring makan Anda hanya dapat menampung sedikit makanan saja dan mencegah Anda untuk makan berlebih.

6. Tidur yang Cukup

Saat Anda lelah, Anda bisa makan lebih banyak dari biasanya. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur memiliki hubungan langsung dengan peningkatan stres dan makan emosional pada wanita.

Orang yang tidur nyenyak, sekitar 7-8 jam setiap malam, makan dengan porsi yang normal dibandingkan dengan orang yang kurang tidur. Oleh karena itu, saat puasa pastikan Anda tidur dengan cukup, sehingga ketika Lebaran datang Anda tidak merasa kelelahan karena kurang tidur.

Andisa Shabrina

Tips Memilih Makanan untuk Bekal Mudik Saat Puasa

Melakukan perjalanan jauh ke kampung halaman saat puasa membutuhkan persiapan yang matang. Tak hanya perlu mempersiapkan akomodasi perjalanan, Anda juga wajib memiliki kondisi fisik yang prima. Oleh karena itu, tips menjelang mudik yang mesti Anda lakukan adalah mengonsumsi berbagai makanan sehat yang kaya akan nutrisi. Namun sebelumnya, Anda perlu tahu dahulu berbagai jenis nutrisi yang dibutuhkan tubuh saat puasa.

Nutrisi yang Harus Dipenuhi Menjelang Mudik

Karbohidrat

Karbohidrat harus selalu ada di waktu sahur maupun berbuka puasa. Nutrisi ini berperan sebagai sumber energi utama, maka itu sangat penting. Saat sahur sebaiknya konsumsi jenis karbohidrat kompleks yang bisa membuat Anda kenyang tahan lama.

Contoh karbohidrat kompleks seperti nasi, roti, bihun, atau mie. Anda bisa memilih jenis karbohidrat kompleks yang mengandung lebih banyak serat seperti nasi merah atau roti gandum supaya tidak mudah lapar.

Sebaliknya, saat berbuka Anda bisa memilih makanan manis atau jenis karbohidrat sederhana lainnya untuk menggantikan energi tubuh yang habis setelah seharian berpuasa.

Protein

Makanan tinggi protein dapat membuat Anda kenyang lebih lama dibandingkan dengan makanan yang kaya akan karbohidrat dan lemak. Selain itu, makanan tinggi protein juga membantu tubuh membentuk otot dan jaringan baru.

Jadi pastikan makanan sumber protein seperti daging sapi, daging ayam, ikan, telur, tempe, dan tahu, ada di dalam menu makan sahur maupun berbuka puasa.

Lemak

Lemak dibutuhkan tubuh sebagai sumber energi utama, sama seperti karbohidrat dan protein. Lemak mengandung energi yang cukup besar yakni sebanyak 9 kkal. Tak hanya itu, lemak juga bermanfaat untuk membantu tubuh menyerap vitamin yang berasal dari makanan maupun suplemen.

Serat

Makanan kaya serat memiliki efek yang sama dengan makanan yang kaya akan protein. Makanan tinggi serat dapat menahan rasa lapar selama seharian. Selain itu, serat juga membantu menyehatkan sistem pencernaan.

Air

Sebanyak 60 persen tubuh tersusun atas air. Untuk itu, mencukupi kebutuhan air setiap hari menjadi hal wajib, bahkan saat bulan puasa tiba. Mencukupi cairan tubuh setiap hari selama puasa dapat menghindarkan Anda dari dehidrasi dan masalah kesehatan lainnya.

Vitamin dan Mineral

Ketika berpuasa, pastikan Anda mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin dan mineral tinggi. Pasalnya ketika puasa, tubuh jadi lebih mudah kehilangan vitamin dan mineral akibat kekurangan cairan dan pola makan yang berubah.

Bila kekurangan vitamin dan mineral akan membuat tubuh jadi mudah sakit. Nah, tidak mau kan saat perjalanan mudik Anda atau anggota keluarga lainnya jatuh sakit?

Maka itu, Anda harus memastikan asupan vitamin dan mineral. Vitamin dan mineral yang paling diandalkan untuk menjaga daya tahan tubuh adalah vitamin C dan zinc.

Kombinasi keduanya membuat Anda dan keluarga terjaga dari serangan penyakit dan menjadi lebih bugar. Bila memang perlu, Anda bisa menambah asupan vitamin dan mineral dari suplemen.
bau mobil baru

Pilihan Bekal Mudik yang Cocok Disantap Saat Sahur atau Berbuka

Tips menjelang mudik yang sangat penting yakni mengonsumsi makanan sehat. Mengatur asupan makanan sebelum mudik perlu Anda lakukan agar tubuh siap menjalankan perjalanan yang cukup melelahkan selama berjam-jam.

Untuk itu, Anda perlu mengonsumsi berbagai makanan yang mengandung berbagai nutrisi yang dibutuhkan tubuh saat berpuasa, seperti:

Tempe

Tempe merupakan produk olahan dari kacang kedelai yang terbuat dari fermentasi Rhizopus. Dikutip dari Asian Pacific Journal of Clinic Nutrition tempe bermanfaat untuk menjaga kesehatan usus, melindungi tubuh dari penyakit kardiovaskular, kanker payudara dan prostat, dan kesehatan tulang.

Tempe adalah salah satu makanan yang tinggi akan protein dan serat yang baik dikonsumsi sebelum Anda melakukan perjalanan jauh karena membuat Anda kenyang lebih lama.

Tak hanya itu, tempe juga dapat memberikan cadangan protein yang cukup banyak untuk tubuh sehingga dapat digunakan sebagai bekal selama perjalanan.

Ikan

Selain mengandung protein yang cukup tinggi, ikan juga mengandung asam lemak omega 3, kalsium, fosfor, vitamin B2, zink, magnesium, serta kalium. Karena nutrisinya yang sangat kaya dan beragam, Kementerian Kesehatan RI merekomendasikan untuk makan ikan sebanyak 2 sampai 3 kali per minggunya.

Untuk itu, mengonsumsi ikan di hari-hari menjelang mudik juga sangat baik untuk menjaga tubuh tetap sehat dan tercukupi nutrisinya. Berbagai ikan yang baik untuk dikonsumsi yaitu sarden, tuna, mackerel, dan juga nila.

Roti Gandum

Roti gandum bisa menjadi pilihan makanan lezat sebelum Anda mudik. Hal ini dikarenakan roti yang terbuat dari gandum utuh kaya akan serat. Serat membantu menyehatkan sistem pencernaan Anda dan mencegah sembelit.

Menjaga sistem pencernaan tetap sehat menjadi salah satu faktor penting yang perlu Anda perhatikan sebelum melakukan perjalanan jauh agar tetap nyaman.

Selain itu, roti gandum juga dapat memberikan rasa kenyang lebih lama dan tidak menaikkan kadar gula darah karena mengandung karbohidrat kompleks. Sederet nutrisi lain juga terkandung dalam roti gandum seperti protein, vitamin, mineral, dan antioksidan.

Selain kaya akan nutrisi, konsumsi gandung juga dapat menurunkan risiko terjadinya penyakit jantung, stroke, diabetes melitus, dan obesitas.

Jus buah

Membiasakan minum jus buah setiap hari akan sangat menyehatkan tubuh. Pasalnya, jus lebih mudah diserap tubuh sehingga berbagai nutrisi yang terkandung di dalam buah bisa diserap secara maksimal.

Untuk membuat tubuh tetap sehat dan bugar menjelang mudik, Anda bisa mengonsumsi buah yang mengandung vitamin C dan zinc. Vitamin C dan zinc sangat dibutuhkan saat puasa karena dapat meningkatkan daya tahan tubuh sehingga tidak mudah sakit.

Contoh buah yang kaya akan vitamin C dan zinc seperti mangga, jeruk, kiwi, dan juga alpukat. Namun,Anda juga bisa membuat jus dari berbagai macam buah yang Anda sukai untuk tetap mendapatkan manfaat lainnya.

Sayur-sayuran

Sayur-sayuran menjadi makanan wajib yang perlu ada di menu harian Anda. Sayuran hijau dan jenis sayuran lainnya menjadi sumber makanan yang kaya vitamin dan mineral.

Untuk mencukupi kebutuhan vitamin dan mineral harian, usahakan untuk tidak melewatkannya terutama di hari-hari menjelang mudik. Contoh sayur-sayuran yang mengandung banyak vitamin dan mineral yaitu brokoli, bayam, wortel, timun, dan juga tomat.

Anda bisa mengonsumsi berbagai makanan lain yang mengandung zat gizi serupa. Selain itu, makanan yang kaya akan nutrisi ini juga tak hanya perlu dikonsumsi menjelang mudik saja.

Akan tetapi, saat perjalanan mudik dimulai pun Anda tetap perlu mengonsumsinya di waktu sahur maupun berbuka agar badan tetap terjaga kesehatannya. Tips menjelang mudik yang satu ini bisa Anda lakukan mulai dari sekarang demi tubuh yang sehat dan perjalanan yang menyenangkan.

Widya Citra Andini

4 Menu Sahur Sehat dan Lezat Bagi Anda yang Memiliki Tekanan Darah Tinggi

Memiliki tekanan darah tinggi atau hipertensi tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Anda yang berpuasa. Pasalnya, penderita hipertensi sering kali mengeluh mudah pusing dan mual. Ini tentu akan mengganggu hari-hari puasa. Kabar baiknya, gejala hipertensi tersebut dapat diatasi dengan mudah, asalkan Anda memilih makanan yang tepat saat sahur. Lantas, apa saja menu sahur untuk hipertensi yang aman dan sehat? Baca terus ulasan berikut ini.

Pilihan menu sahur untuk hipertensi yang aman dan sehat

Penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi saat tekanan darah seseorang mencapai lebih dari 140/90 mmHg. Padahal, tekanan darah yang normal berkisar antara 90/60 mmHg dan 120/80 mmHg.

Dilansir dari NHS Inggris, orang dengan tekanan darah tinggi boleh-boleh saja puasa. Namun, dengan catatan kondisi tubuhnya stabil. Maka itu, Anda dianjurkan untuk memerhatikan asupan makanan sehari-hari, terutama saat sahur, untuk mencegah gejala hipertensi kambuh sewaktu-waktu.

Tidak hanya membantu menurunkan tekanan darah, pemilihan makanan yang tepat saat sahur dapat membantu meningkatkan energi saat berpuasa dan mengurangi risiko edema atau penimbunan cairan dalam tubuh.

Nah, berikut ini adalah beragam menu sahur untuk hipertensi yang mungkin bisa menjadi inspirasi bagi Anda di rumah.

1. Nasi Goreng Sayur

Kalau Anda mencari menu sahur untuk hipertensi yang praktis, maka nasi goreng adalah jawabannya. Ya, nasi goreng merupakan salah satu makanan yang mudah dibuat dalam waktu singkat dan dapat dikreasikan dengan beragam bahan makanan sehat lainnya.

Saat menggoreng, gunakan minyak zaitun yang kaya lemak sehat dan antioksidan sehingga bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah. Bahkan, sebuah kajian ilmiah yang dilakukan di Spanyol tahun 2015 menunjukkan bahwa minyak zaitun dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung.

Agar semakin sehat, tambahkan berbagai jenis sayuran pada nasi goreng buatan Anda. Misalnya brokoli, sawi, kacang polong, dan sayuran lainnya. Pasalnya, sayuran hijau mengandung tinggi kalium yang dapat membantu menyingkirkan kelebihan garam dalam tubuh melalui urine. Ini tentu bermanfaat untuk menjaga tekanan darah Anda tetap stabil selama berpuasa.

2. Ikan Sarden

Ikan sarden merupakan jenis ikan yang baik dikonsumsi sebagai menu sahur untuk penderita hipertensi. Pasalnya, kandungan asam lemak omega-3 pada ikan sarden dapat membantu mengendalikan tekanan darah, mengurangi peradangan, dan mencegah penyakit jantung.

Agar sahur Anda lebih sehat, lengkapi dengan sajian nasi merah yang mengandung tinggi serat. Ini akan membuat Anda merasa kenyang lebih lama dan tak mudah lapar saat puasa.

3. Sandwich Roti Gandum

Menu sahur untuk hipertensi selanjutnya adalah sandwich roti gandum. Mengapa harus roti gandum?

Dr. Lu Wang, seorang peneliti asal Harvard Medical School di Amerika Serikat, mengungkapkan bahwa kandungan serat dan nutrisi pada gandum dapat membantu mencegah lonjakan tekanan darah. Selain itu, gandum utuh juga mengandung vitamin B dan karbohidrat kompleks.

Belum lagi roti gandum indeks glikemiknya tergolong rendah sehingga akan diserap lebih lama oleh tubuh. Akibatnya, Anda menjadi tak mudah lapar saat puasa.

Setangkup roti ditambah dengan telur dadar atau telur ceplok sudah bisa menjadi hidangan yang menggugah selera Anda saat sahur. Namun, gunakan bagian putih telurnya saja yang kadar kolesterolnya lebih rendah sehingga tak lekas menaikkan tekanan darah Anda.

Untuk melengkapi kebutuhan vitamin dan mineral, tambahkan berbagai jenis sayuran segar seperti bayam, tomat, timun, atau selada. Voila! Menu sahur untuk hipertensi ini akan terasa lebih lezat dan sehat tentunya.

4. Oatmeal Susu dan Buah

Oatmeal saja mungkin tidak cukup untuk sahur Anda. Akan tetapi, oatmeal merupakan salah satu makanan rendah lemak dan natrium yang dapat membantu menurunkan tekanan darah.

Selain itu, oatmeal juga mengandung serat tinggi sehingga dapat membuat Anda kenyang lebih lama saat puasa. Jika ingin lebih sehat, tambahkan dengan buah-buahan yang baik untuk penderita hipertensi seperti pisang, alpukat, atau beri-berian. Segelas susu juga bisa melengkapi menu sahur Anda hari ini.

Adelia Marista Safitri

4 Tanda Tubuh Anda Kekurangan Vitamin Saat Sedang Puasa

Tubuh yang kurang vitamin saat puasa, umumnya akan menimbulkan gejala tertentu. Gejala defisiensi vitamin tersebut, biasanya akan memengaruhi bagian tubuh tertentu yang kekurangan vitamin. Karena pada dasarnya, vitamin adalah nutrisi organik yang sangat penting untuk kesehatan dan fungsi normal sel-sel metabolisme tubuh, terlebih ketika sedang puasa.

Anda mungkin tidak terkena penyakit, tapi Anda bisa mengalami fungsi tubuh yang terganggu. Karena vitamin adalah kebutuhan penting untuk semua reaksi biokimia di tubuh agar bisa berfungsi dengan baik. Berikut ini adalah ciri dan gejala tubuh yang kurang vitamin saat puasa.
Ciri dan gejala tubuh kurang vitamin saat puasa

1. Penglihatan Menurun adalah Ciri Tubuh Kekurangan Vitamin A

Banyak yang tidak sadar kalau tubuh sedang kekurangan vitamin A. Terlebih lagi, gejala seperti penglihatan yang kabur, kulit kering dan sesak napas, dirasa umum bagi yang sedang menjalankan puasa. Padahal ciri serta gejala tersebut bisa menjadi salah satu indikasi bahwa tubuh anda perlu dan kurang vitamin saat puasa.

Anda bisa memperoleh vitamin A saat sahur dan berbuka dengan mengonsumsi sayuran yang berwarna cerah seperti wortel, sayur sawi, makan telur, minum susu dan bahkan mengonsumsi suplemen vitamin A anjuran dari dokter.

2. Rambut Rontok dan Diare Menjadi Tanda Kurang Mineral Zinc

Pernahkah saat puasa mengalami kerontokan rambut, diare, atau indra pengecap jadi berkurang ketajamannya? Bisa jadi itu merupakan ciri tubuh Anda kekurangan mineral zinc atau seng. Zinc sangat dibutuhkan tubuh ketika puasa untuk membantu mengatur nafsu makan, mengurangi tingkat stres, dan memainkan peran penting dalam sistem kekebalan tubuh.

Gejala lainnya bisa meliputi menurunnya bobot tubuh dan lamanya penyembuhan luka ketika puasa. Anda bisa mendapatkan mineral zinc pada sumber makanan daging hewani, hati hewan (biasanya sapi atau ayam), labu dan sayur bayam.

3. Suka Kesemutan Jadi Tanda Kurang Vitamin B

Salah satu ciri kurang vitamin saat puasa adalah dengan munculnya kesemutan di bagian tubuh tertentu. Biasanya kesemutan dialami di bagian kaki dan tangan. Hal itu juga disebut sebagai neuropati perifer. Gejala neuropati perifer memiliki beberapa kemungkinan penyebab, di antaranya kekurangan vitamin B. Vitamin B tersebut meliputi vitamin B6, B9, B12, serta vitamin E dan niasin yang sangat penting untuk kerja saraf tubuh.

4. Bibir Pecah-pecah Bisa jadi Tanda Kurang Vitamin C

Bibir pecah-pecah memang tidak sedap dipandang siapa saja, dan itu menjadi tanda bahwa di dalam tubuh Anda mengalami kekurangan sejumlah vitamin. Ya, vitamin C yang minim akan menghasilkan reaksi tubuh tertentu, antara lain bibir pecah-pecah, kulit wajah pucat, dan bahkan mood jadi gampang turun saat puasa.

Anda bisa mendapatkan nutrisi vitamin C penting dari buah dan sayuran. Terutama buah yang mengandung asam seperti jeruk, lemon, dan pepaya. Sedangkan vitamin C dari sayuran bisa Anda dapatkan dari paprika, cabai, kentang, brokoli, sayuran hijau dan ubi jalar. Kadar asupan vitamin C yang cukup sehari-hari adalah sebanyak 75 mg untuk wanita dan 90 mg untuk pria.

Novita Joseph

10 Makanan yang Mempercepat Penuaan

Para ahli setuju jika radiasi sinar matahari, stres, dan gen adalah faktor penyebab penuaan. Namun, bagaimana dengan makanan yang kita konsumsi?

Ahli gizi sependapat jika makanan tertentu bisa menyebabkan munculnya penuaan. Oleh karena itu, kita tak boleh sembarangan mengikuti nafsu makan yang berlebihan.

Laman Reader’s Diggest melansir 10 jenis makanan yang mempercepat penuaan.

1. Makanan yang Dipanggang

Mengurangi komsumsi lemak trans sangat penting bagi kesehatan kita. Ahli gizi dari New York bernama Keith-Thomas Ayoob mengungkapkan, lemak trans sering terdapat pada minyak sayur yang terhidrogenasi parsial.

Bahan ini sering ditemukan dalam makanan yang dipanggang. Oleh karena itu, penting untuk selalu membaca label bahan saat berbelanja.

Bahkan, kita mungkin harus mencari label itu karena pembuat produk terkadang meletakkannya di bagian bawah produk. Cara ini dilakukan dengan harapan agar konsumen tidak melihatnya.

2. Produk Susu

Meskipun reaksi tubuh setiap orang berbeda, pakar diet dan nutrisi Amy Shapiro mengatakan, beberapa orang bisa mengalami penuaan dengan cepat karena mengonsumsi susu.

Ini terjadi karena susu adalah makanan yang sensitif untuk orang dewasa. Jadi, penting untuk memperhatikan reaksi yang merugikan dan membuat perubahan.

Menurut ahli kesehatan Romio, makanan olahan susu dapat menyebabkan beberapa individu mendapatkan reaksi kulit.

Reaksi tersebut bisa berupa eksim atau psoriasis, gatal merah, bercak bersisik pada kulit yang merah, dan meradang.

“Makanan tersebut dapat memperburuk masalah kulit ini dan, sering kali, ketika kita tidak mengonsumsinya, kulit membaik,” tambahnya.

3. Protein Tinggi Lemak

Daging dan sosis mungkin sudah menjadi menu sarapan umum. Namun, pakar diet Paul Salter mengatakan, makanan tersebut mengandung lemak jenuh dan lemak trans yang sangat tinggi.

Mengonsumsi makanan ini akan berdampak negatif pada kolesterol dan lipid darah. Selain itu, makanan ini juga berkontribusi pada penambahan berat badan dan peradangan.

Tentu saja ini akan berdampak buruk pada tubuh dan kulit kita.

“Protein tinggi lemak memerlukan waktu, energi, dan sumber daya yang signifikan untuk dicerna dan diserap,” papar Paul Salter.

Inilah yang pada akhirnya, kata Paul Salter, mengambil suplai gizi dari sisa tubuh kita.

4. Makanan Tinggi Garam

Keith-Thomas Ayoob menyarankan agar kita mengonsumsi garam secukupnya saja. Garam dapat berdampak negatif pada tubuh kita, terutama pada kulit.

Menurut dia, makan malam dengan menu yang tinggi sodium membuat kita bangun pagi dengan wajah bengkak.

Ini terjadi karena terlaliu banyak garam membuat tubuh menahan air. Itulah sebabnya dia menyarankan untuk tidak terlalu banyak mengonsumsi garam pada malam hari.

Apalagi, jika keesokan harinya kita akan menghadiri acara penting.

Jika kita terlalu banyak mengonsumsi garam, minumlah banyak air untuk memperbaiki efek negatif yang mungkin terjadi keesokan harinya.
“Pada sore hari, kamu mungkin buang air kecil banyak dari air yang tertahan,” kata Keith-Thomas Ayoob.

5. Alkohol

Kulit harus terhidrasi dengan baik untuk mempertahankan kekencangan dan elastisitasnya. Oleh karena itu, kita harus menghindari semua hal yang dapat mengurangi cadangan air dalam kulit.

Selain kebersihan tempat tidur, minum alkohol juga mempengaruhi kulit wajah.

Banyak penelitian telah membuktikan kurang tidur dan dehidrasi dapat berdampak pada munculnya garis-garis halus dan keriput.

“Minum alkohol dapat membuat kita mengantuk pada awalnya, tetapi ada efek ke depan yang dapat mengurangi kualitas tidur,” kata Keith-Thomas Ayoob.

“Satu atau dua gelas baik-baik saja, tetapi lebih dari itu juga berefek negatif pada hati, yang merupakan organ detoks tubuh,” tambahnya.

6. Gorengan

Gorengan memang makanan yang lezat. Tapi, makanan ini justru mempercepat datangnya penuaan.

Gorengan mengandung gizi yang rendah. Selain itu, minyak yang dipakai untuk menggoreng mengandung lemak trans.

Meskipun banyak minyak yang kini mengandung lemak trans rendah, tapi minyak goreng dapat menimbulkan penambahan berat badan.

Hampir semuanya memiliki kalori yang tinggi. Keith-Thomas Ayoob mengatakan penambahan lemak di tubuh berefek negatif pada kulit.

Inilah yang akhirnya membuat kita terlihat cepat menua.

7. Minuman Tinggi Gula

Selain minuman bersoda, minuman yang mengandung tinggi gula juga tak baik untuk tubuh kita.

Menurut Keith-Thomas Ayoob, minuman bersoda mengandung asam fosfat, yang dapat mempercepat erosi pada email gigi.

“Gigi yang buruk akan membuatmu tampak lebih tua darimu, dan semua kalori kosong itu juga tidak bermanfaat untukmu,” paparnya.

Sebagai alternatif pengganti gula, Keith-Thomas Ayoob, menyarankan kita untuk menggantinya dengan stefia. Stefia merupakan pemanis alami tanpa kalori.

Pemanis ini tidak berkontribusi pada kerusakan gigi. Bahkan, senyawa di dalamnya juga mengandung zar anti bakteri.

8. Lemak Jenuh

Diet tinggi daging merah, susu, dan keju dapat membuat kita terlihat lebih tua dari usia sebenarnya.

Menurut Rebecca Lewis, ahli nutrisi dari HelloFresh, makanan tersebut mengandung lemak jenuh yang dapat mempercepat penuaan.
“Konsumsi lemak jenuh berlebihan, terutama ketika dikombinasikan dengan makanan tinggi gula, akan berkontribusi pada peradangan,” papar dia.

Selain itu, Rebecca menjelaskan diet yang tinggi lemak dan gula akan menyebabkan kenaikan berat badan.
Secara tak langsung, makanan tersebut juga mengakibatkan peradangan di tubuh. Baca juga: Mengenal Jenis Lemak yang Paling Jahat

9. Krim Kopi Tanpa Susu

Lemak trans mampu menciptakan radikal bebas yang membuat plak pada arteri.

Mengonsumsi makanan yang mengandung lemak trans secara teratur, dapat menyebabkan masalah pada peredaran darah dan kesehatan jantung.
Salah satu bahan makanan yang mengandung lemak trans ini adalah krim kopi non-dairy atau krim kopi yang tak mengandung produk susu.
Keith-Thomas Ayoob mengatakan, hal ini tentu akan berakibat buruk pada penuaan.

Dengan mengonsumsi bahan makanan tersebut, proses penuaan akan terjadi lebih cepat.

10. Popcorn

Menonton film sembari menikmat popcorn menang lezat. Tapi, popcorn mengandung garam dan lemak trans yang tinggi.
Apalagi, jika popcorn tersebut dimasak dengan mentega berlebih.
Sebagai alterntif, kita bisa memasak popocorn dengan minyak yang rendah kalori dan lemak.

Ariska Puspita Anggraini

7 Strategi Jitu untuk Menurunkan Berat Badan Saat Puasa

Bila selama ini Anda sudah berangan-angan untuk diet tapi belum juga kesampaian, bulan Ramadan bisa jadi momen yang tepat. Namun, Anda butuh cara menurunkan berat badan yang tentunya ampuh. Pasalnya banyak orang justru berat badannya naik selama puasa. Jadi supaya Anda bisa tampil prima ketika hari raya tiba nanti, simak dulu cara menurunkan berat badan saat puasa yang aman dengan tujuh strategi berikut ini.

Cara menurunkan berat badan saat puasa yang aman dan ampuh

1. Perbanyak Makan Serat Dan Protein Saat Sahur Dan Buka

Saat Anda menyantap sahur dan buka puasa, pastikan makanan Anda kaya akan serat dan protein. Daripada makanan tinggi kalori, serat akan diserap dan dicerna oleh tubuh dalam waktu yang lebih lama. Anda pun bisa merasa kenyang sepanjang hari tanpa dan mencegah kelaparan selama puasa.

Makanan tinggi serat dan protein juga membantu menekan nafsu makan sehingga ketika waktunya makan malam setelah berbuka puasa, Anda tidak kalap dan malah kebanyakan makan.

2. Hindari Makanan Dan Minuman Manis

Meski sebaiknya buka puasa memang pakai yang serba manis untuk mengembalikan energi, tapi jangan terlena sampai kebanyakan. Terlalu banyak makanan dan minuman manis justru akan disimpan sebagai lemak oleh tubuh, yang jadi mengacaukan diet Anda.

Pasalnya saat berpuasa, produksi insulin tubuh menurun. Padahal insulin berfungsi untuk mengubah gula jadi sumber energi. Jika gula tak diubah jadi energi, tubuh akan menyimpannya dalam bentuk lemak. Inilah mengapa makan hidangan manis saat berpuasa bisa bikin gemuk.

Maka, lebih baik pilih makanan dengan karbohidrat kompleks untuk menambah energi. Misalnya dari buah, sayur, dan nasi merah.

3. Tetap Olahraga

Bukan berarti karena Anda sedang puasa dan tidak makan banyak, Anda boleh bermalas-malasan. Berolahraga justru bisa jadi cara menurunkan berat badan saat puasa yang efektif.

Biasanya tubuh menghasilkan energi dari pembakaran glukosa (gula). Namun, ketika Anda puasa dan tidak mendapatkan asupan glukosa selama berjam-jam, tubuh akan mencari sumber energi lainnya, yaitu cadangan lemak Anda. Maka, berolahraga saat puasa bisa memicu pembakaran lemak berlebih dalam tubuh Anda.

4. Minum Banyak Air

Pastikan Anda tetap minum banyak air selama bulan Puasa, paling tidak 8 gelas per hari. Anda bisa menggunakan rumus 2-4-2: Dua gelas saat sahur, dua gelas ketika berbuka puasa, dua gelas setelah Tarawih, dan 2 gelas sebelum tidur.

Penelitian dalam Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism mengungkapkan bahwa minum air putih bisa meningkatkan metabolisme tubuh sampai 30 persen. Semakin cepat metabolisme tubuh Anda bekerja, semakin banyak lemak dan kalori yang dibakar oleh tubuh.

5. Hindari Makan Sahur Dan Buka Dengan Gorengan

Setelah menahan lapar seharian, Anda mungkin tergoda untuk langsung menyantap makanan berlemak waktu berbuka puasa. Hati-hati, mengonsumsi makanan serba digoreng yang sarat dengan lemak jahat (lemak jenuh) di bulan puasa tetap bisa membuat Anda gemuk.

Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi saat puasa, ganti dengan lemak tak jenuh. Lemak tak jenuh lebih baik untuk kesehatan karena tidak meningkatkan kadar kolesterol Anda. Anda bisa mendapatkan asupan lemak tak jenuh dari kacang-kacangan, alpukat, dan ikan.
6. Tidur Cukup

Tidur bisa jadi cara menurunkan berat badan saat puasa yang manjur. Pasalnya, kurang tidur saat puasa akan mengacaukan sistem metabolisme Anda. Akibatnya, tubuh tidak membakar cadangan lemak secara efektif.

Di samping itu, kurang tidur juga meningkatkan kadar hormon ghrelin yang menyebabkan nafsu makan bertambah. Bisa-bisa ketika waktunya buka puasa Anda jadi kalap dan makan terlalu banyak.

7. Jaga Porsi Makan Saat Berbuka

Meskipun Anda tidak makan, ngemil, atau minum seharian, Anda tetap harus menjaga porsi makan saat sahur dan buka puasa. Makan dengan porsi berlebihan bisa meningkatkan gula darah secara tiba-tiba. Padahal seperti disebutkan sebelumnya, tubuh tidak memproduksi banyak insulin ketika puasa. Gula pun hanya akan diubah jadi lemak dalam tubuh.

Supaya tidak makan berlebihan, coba pakai piring yang ukurannya lebih kecil. Anda juga bisa sahur atau buka puasa dengan makanan yang bisa bikin Anda cepat kenyang seperti sup.

Irene Anindyaputri

Meski Segar, Buka Puasa Sebaiknya Jangan Dengan Minuman Bersoda

Selama puasa, menjaga tubuh tetap terhidrasi itu penting. Anda bisa mendapatkan asupan air dengan berbagai cara, mulai dari minum air, makan buah atau sayur. Nah, minuman pun tidak hanya satu jenis yang bisa Anda nikmati. Ada air putih, susu, jus bahkan soda. Tapi saat berbuka, Anda pasti lebih menginginkan minuman segar, salah satunya minuman bersoda. Nah, mungkin banyak di antara Anda yang bertanya-tanya, apa efek minum soda saat buka puasa. Agar lebih jelas, simak ulasannya berikut ini.

Efek Langsung Minum Soda Saat Buka Puasa

Sebenarnya, minum soda tidak dilarang selama Anda tidak memiliki kondisi atau penyakit tertentu seperti penyakit ginjal, diabetes, gangguan pencernaan, dan penyakit lainnya. Namun, minum soda juga ada aturannya supaya tidak merugikan kesehatan.

Tidak seperti air putih yang sangat aman diminum, minuman bersoda mengandung gula tinggi, pewarna, dan pengawet. Itulah sebabnya kenapa Anda harus ekstra hati-hati saat mengonsumsi minuman ini. Terlebih saat puasa, ketika kebiasaan makan akan mengubah metabolisme tubuh dan Anda menjadi sangat sensitif dengan apa pun yang Anda makan dan minum.

Saat puasa, Anda dan teman-teman pasti merencanakan buka puasa bersama, bukan? Nah, pada momen inilah biasanya Anda cenderung memilih minuman segar, seperti minuman bersoda untuk berbuka. Sayangnya, minum soda langsung saat buka puasa itu bukanlah hal yang tepat. Bukan menyegarkan tubuh justru menimbulkan masalah pada tubuh Anda. Kenapa?

Kenapa Sakit Perut Setelah Makan

Puasa membuat perut Anda tidak menerima makanan atau minuman, yang artinya perut Anda dalam keadaan kosong. Minuman bersoda mengandung gelembung-gelembung karbondiokasida yang bisa meningkatkan jumlah udara di saluran pencernaan. Saat Anda minum soda langsung saat berbuka, sistem pencernaan akan “kaget”. Ini bisa menimbulkan masalah pada pencernaan.

Jenis minuman ini juga bereaksi dengan lambung sehingga bisa meningkatkan tingkat keasaman, menyebabkan rasa panas di dada, rasa asam di mulut, terus sendawa, kram atau sakit perut. Hal ini bisa menyebabkan terjadinya penyakit maag atau memperparah gejala pada orang yang memiliki penyakit ini.

Selain itu, soda yang tinggi gula bisa membuat kadar gula darah Anda yang awalnya rendah melonjak naik dengan cepat. Bagi Anda yang punya gula darah tinggi, pradiabetes, atau diabetes tentu saja ini berbahaya.

Jadi Tidak Boleh Minum Soda Saat Buka Puasa Sama Sekali?

Kalau betul-betul terpaksa, Anda masih bisa minum soda saat puasa. Supaya Anda bisa menikmati minuman bersoda dengan aman, Anda harus memerhatikan kapan waktu yang tepat dan seberapa banyak Anda minum minuman tersebut.

Sebaiknya minum soda satu atau dua jam setelah berbuka, jangan langsung setelah adzan magrib. Ini lebih aman karena perut Anda sudah terisi dengan makanan lain. Selain itu, hindari minum soda sebelum tidur karena minuman ini menyumbangkan kalori dan gula dalam tubuh yang bisa menyebabkan berat badan bertambah dan kerusakan pada gigi.

Dilansir dari Cleveland Clinic, kebanyakan minum soda bisa menyebabkan obesitas sehingga rentan dengan berbagai penyakit kronis, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, stroke, dan kolesterol tinggi. Efek samping minuman soda yang begitu buruk, membuat Anda sebaiknya mengurangi konsumsi minuman jenis ini.

American Heart Association merekomendasikan bahwa Anda tidak boleh mengonsumsi lebih dari 450 kalori dari minum kemasan per minggu. Ini setara dengan tiga kaleng minuman soda kemasan. Artinya, Anda tidak boleh minum lebih dari tiga kaleng minuman bersoda dalam seminggu.

Selama puasa, mengurangi konsumsi minuman ini menjadi langkah terbaik untuk menjaga kesehatan tubuh dan puasa Anda. Sesekali boleh minum soda, tapi jangan rutin dilakukan. Akan lebih baik jika Anda tidak meminumnya sama sekali.

Sayangnya, usaha Anda untuk menghindari minuman jenis ini cukup menantang. Saat memesan makan cepat saji, menghadiri acara buka bersama, atau berlibur, minum ini sering tersaji dan menjadi andalan karena rasanya yang enak dan menyegarkan.

Tenang saja, Anda bisa mengakalinya dengan memilih menggunakan gelas kecil atau minum hanya setengah gelas. Bila Anda benar-benar ingin menghindari soda, Anda bisa memilih jus atau smoothies yang lebih sehat untuk berbuka.

Aprinda Puji

Manfaat Puasa untuk Pengidap Kolesterol Tinggi

Sebenarnya puasa enggak hanya menyoal masalah spiritual saja, tapi juga kesehatan tubuh, lho.  Kata ahli, puasa menyimpan banyak manfaat bagi kesehatan fisik. Misalnya, memberikan efek positif terhadap metabolisme tubuh dan mampu menurunkan kadar kolesterol. Kok bisa?

Ketika berpuasa, akan terjadi perubahan pada pola makan dari tiga kali, menjadi dua kali sehari. Nah, orang yang telah terbiasa mengonsumsi makanan yang enggak menyehatkan, seperti yang mengandung kolesterol tinggi, dapat mengurangi kebiasaan itu saat puasa. Namun, manfaat ini baru akan bisa tercapai bila mereka menerapkan pola makan yang sehat ketika sahur dan berbuka.

Melawan Kolesterol Jahat

Memang bukan rahasia lagi kalau kadar kolesterol tinggi merupakan faktor pemicu dari penyakit jantung koroner. Hasil studi dari ahli  kardiovaskular dan epidemiologi genetik  dari Intermountain Medical Center Heart Institute, AS, mengatakan, seseorang yang berpuasa secara teratur bisa mengurangi faktor risiko penyakit jantung. Misalnya, mengurangi kadar trigliserida, berat badan, dan kadar gula darah yang berlebihan.

Masih kata ahli di atas, ternyata puasa juga bisa membantu meningkatkan kadar kolesterol baik (high-density lipoprotein cholesterol/HDL), sekaligus meningkatkan human growth hormone (HGH). HGH atau hormon pertumbuhan ini punya peran untuk melindungi otot dan keseimbangan metabolisme seseorang.

Selain itu, ada juga penelitian menarik dari Dubai Uni Emirat Arab mengenai puasa. Menurut ahli, puasa juga bisa menurunkan kadar kolesterol jahat (low-density lipoprotein cholesterol/LDL) dalam tubuh. Enggak percaya? Hasil penelitian dari ahli di American Hospital Dubai, Uni Emirat Arab, menunjukkan, ada penurunan kandungan  trigliserida sekitar 15 persen, dan kadar LDL sebanyak 10,9 persen. Nah, kedua komponen tersebutlah yang jadi biang keladi dari penyakit jantung.

Pangkas Risiko Stroke

Kadar kolesterol darah yang tinggi enggak hanya berkaitan dengan penyakit jantung saja, tapi juga stroke yang selalu mengintai. Dalam jangka panjang, kadar kolesterol yang tinggi ini bisa menyumbat pembuluh darah. Namun, menurut ahli, selama puasa kadar kolesterol akan menurun, kemungkinan disebabkan oleh perubahan pola makan. Melalui perubahan pola makan itulah asupan lemak dalam tubuh akan menurun.

Kamu perlu berhat-hati terhadap kadar kolesterol tinggi yang berlangsung lama. Pasalnya, kondisi tersebut bisa menyumbat pembuluh darah sehingga menyebabkan aterosklerosis. Kondisi ini merupakan radang pada pembuluh darah manusia yang disebabkan oleh penumpukan plak ateromatus. Nah, kalau hal ini berlangsung dalam jangka waktu lama, maka risiko stroke pun akan meningkat.

Makanan yang Perlu Diasup

Agar kadar kolesterol enggak melonjak saat puasa, kamu dianjurkan untuk mengonsumsi makanan sehat. Misalnya, kamu bisa mengombinasikan menu sahur dan berbuka dengan makanan-makanan yang mampu melawan kolesterol jahat seperti di bawah ini.

Bawang Putih

Meski kerap membuat napas jadi tak segar, bawang putih punya khasiat yang baik bagi tubuh. Bumbu dapur ini bisa menjadi obat alami untuk menurunkan kolesterol, tekanan darah, dan mencegah pembekuan darah. Selain itu, menurut sebuah penelitian bawang putih juga bisa membantu menjaga agar kolesterol tidak menempel pada dinding arteri.

Oatmeal

Menu yang satu ini bisa kamu coba saat sahur atau berbuka. Oatmeal mengandung beta-glucan, zat yang bisa menyerap kolesterol jahat dan mengeluarkannya dari tubuh. Dengan kata lain, oatmeal merupakan salah satu makanan yang mampu menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh.

Cuka Apel

Ada cara praktis untuk mengonsumsi cuka apel. Campurkan saja satu sendok teh cuka ke dalam segelas air. Untuk hasil terbaik, konsumsilah sebanyak satu sampai dua kali sehari selama bulan Ramadan. Kata ahli, cuka apel ini bisa menurunkan kadar trigeliserida dan mengontrol tekanan darah.

Bayam

Sayuran hijau seperti bayam enggak hanya terkenal karena zat besinya, tapi mereka juga bisa membantu untuk melawan kolesterol. Bayam mengandung pigmen yang disebut lutein yang dapat membantu tubuh untuk menghilangkan kolesterol yang menumpuk dalam arteri.

Halodoc.com

7 Kebiasaan Makan Tak Sehat Selama Puasa

Selain menahan lapar dan haus, puasa tentu memiliki banyak manfaat dalam kesehatan, salah satunya adalah meningkatkan kinerja sistem pencernaan dalam tubuh kita. Namun, kebiasaan makan yang buruk di bulan puasa, serta kesalahan dalam memilih makanan berbuka dan sahur, malah dapat menghilangkan manfaat puasa terhadap kesehatan.
Apa saja kebiasaan makan yang harus kita hindari selama puasa?

1. Buka dan Sahur dengan Junk Food

Mengisi perut saat bulan puasa, terutama saat sahur dan berbuka, memang diharuskan. Namun, banyak orang yang mengisinya dengan sirup tinggi fruktosa, MSG (untuk penyedap rasa), natrium berlebih, dan minyak yang dapat menyumbat jantung. Jika Anda sedang terburu-buru, banyak pilihan yang sehat dan halal, yang tentunya sangat baik untuk berbuka puasa. Namun, kebiasaan buruk yang sering dilakukan adalah buka puasa bersama di restoran junk food.

Makanan junk food, seperti keripik, mie instan, dan makanan lainnya yang kurang bernutrisi tidak boleh digunakan sebagai asupan makanan. Anda tidak akan memiliki energi yang cukup selama puasa, karena apa yang Anda makan tidak menghasilkan apapun untuk tubuh. Sebaliknya, ketika Anda memakan makanan yang cukup nutrisi, Anda akan merasa lebih kenyang, sehingga Anda tidak harus makan dengan porsi yang besar.

2. Berbuka dengan Makanan Berminyak dan Mengandung Banyak Gula

Makanan yang digoreng mengandung minyak yang tinggi sehingga akan sulit dicerna oleh tubuh, terutama ketika Anda memakan makanan tersebut saat pertama berbuka puasa. Gunakan pemanis alami seperti madu atau gula dari tebu atau makanlah buah-buahan untuk pengganti makanan atau minuman manis. Makanan atau minuman manis akan lebih cepat dicerna, dan hal itu akan membuat Anda lebih cepat merasa lapar.

3. Mengonsumsi Terlalu Banyak Karbohidrat Saat Sahur

Karbohidrat akan berubah menjadi gula dan akan bereaksi pada tubuh Anda setelah Anda selesai makan. Mengandalkan makanan karbohidrat olahan untuk energi, terutama saat sahur, dapat menyebabkan lonjakan insulin dan kenaikan berat badan, terutama di sekitar hulu hati.

Dr. Ravi Arora, spesialis diabetologis di RS. NMC Abu Dhabi, mengatakan bahwa puasa berkepanjangan dapat menyebabkan keasaman pada lambung dan kondisi tersebut dapat diperburuk dengan mengonsumsi terlalu banyak karbohidrat saat berbuka, sehingga akan menyebabkan ketidaknyamanan pada perut dan juga gastritis. Mengandalkan terlalu banyak karbohidrat saat sahur juga akan menyebabkan Anda menginginkan lebih banyak gula dan juga meningkatkan rasa lapar di sore hari sebelum waktunya berbuka.

Jika Anda memakan karbohidrat, akan sangat baik untuk mengimbanginya dengan makanan kaya akan protein. Mengandalkan protein seperti ayam, ikan, udang, daging, dan keju akan membantu menjaga perbandingan otot dan lemak dalam tubuh tetap sehat pada akhir bulan Ramadan, sehingga Anda dapat makan dengan nyaman saat Lebaran.

4. Minum Minuman Berkafein Saat Sahur dan Buka

Minum teh atau kopi saat sahur akan mengakibatkan hilangnya air (dehidrasi) dan akan cepat menimbulkan rasa lapar. Kafein yang terkandung dalam teh dan kopi dapat menyebabkan sakit kepala. Dr. Abed mengatakan bahwa orang yang berpuasa harus mengisi tubuhnya dengan air putih saat sahur maupun ketika berbuka untuk mengurangi dehidrasi. Namun, terlalu banyak minum air juga tidak baik, karena akan mencairkan asam lambung, menyebabkan kembung dan mengganggu pencernaan.

5. Langsung Tidur Setelah Sahur

Langsung tidur setelah Anda makan besar akan menyebabkan berbagai masalah pencernaan, karena tubuh Anda harus bekerja keras mencerna makanan di saat tubuh Anda berada dalam mode istirahat. Bahkan jika Anda tidak benar-benar tidur, sekadar berbaring di atas kasur atau sofa setelah makan saja bisa memicu gejala maag. Maag disebabkan oleh asam lambung yang berlebihan, yang kemudian naik ke dada, bahkan ke tenggorokan.

Kondisi kesehatan lain, yaitu gastroesophageal reflux disease (GERD) atau yang sering dikenal dengan sebutan gangguan asam lambung, terjadi karena katup antara perut dan kerongkongan Anda tidak tertutup sepenuhnya, membuat asam lambung dari perut naik ke tenggorokan. Berbaring langsung setelah makan dapat membuat asam lambung Anda semakin parah.

6. Melewatkan Sahur

Rashi Chowdhary, ahli gizi, mengatakan bahwa terlepas dari hal-hal yang harus dihindari saat puasa seperti makan gorengan, terlalu banyak gula serta kafein berlebihan, ada satu kebiasaan negatif yang akan sangat memengaruhi tubuh Anda seperti melewatkan waktu sahur. Bangun untuk sahur dan makan yang cukup akan memberi tubuh Anda energi hingga tengah hari. Melewatkan sahur juga dapat menyebabkan dehidrasi, bau mulut, dan masalah pencernaan. Makanan yang masuk saat sahur akan membantu tubuh Anda untuk mendapatkan nutrisi selama beberapa jam ke depan.

7. Makan Terlalu Banyak Saat Berbuka

Rumah sakit Burjeel di Abu Dhabi menampung sebanyak 50 pasien per hari pada bulan Ramadan, yang rata-rata memiliki gejala diare, muntah-muntah, nyeri perut akut, dan radang perut. Dr. Magdi Mohamed, spesialis pengobatan darurat di RS. Burjeel menjelaskan bahwa hal tersebut disebabkan oleh makan berlebihan saat berbuka puasa, terutama yang kaya akan karbohidrat. Ia mengatakan bahwa ketika saatnya berbuka puasa, Anda harus memperlakukan perut Anda dengan hati-hati, salah satunya adalah dengan mengonsumsi makanan kecil seperti kurma sebanyak 2-3 buah, beserta segelas air putih.

Adinda Rudystina